Breaking

Saturday, July 10, 2021

STRATEGI PENGEMBANGAN KEPROFESIAN BERKELANJUTAN

Strategi Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan


Bagi para pegawai negeri sipil atau biasa disebut PNS, pasti sudah hal yang biasa jika mendengar istilah SKP. Apa itu SKP? Betul sekali, SKP adalah singkatan dari sasaran kerja pegawai. SKP adalah renscana kerja dan target yang akan dicapai oleh pegawai negeri sipil.


Pelaksanaan PKB
Mekanisme Pelaksanaan PKB


Salah satu unsur SKP untuk PNS guru antara lain pengembangan kompetensi guru. Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Permennegpan RB) nomor 16 tahun 2009 pasal 1 butir 5 berisikan pengembangan keprofesian berkelanjutan adalah pengembangan kompetensi guru yang dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan, bertahap dan berkelanjutan untuk meningkatkan profesionalitasnya.


Komponen Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Komponen Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan


Menurut Permennegpan RB Nomor 16 Tahun 2009 pengembangan keprofesian berkelanjutan (PKB) terdiri dari 3 komponen, yaitu pengembangan diri, publikasi ilmiah, dan karya inovatif.

 

PENGEMBANGAN DIRI

Pengembangan diri merupakan upaya-upaya guru dalam rangka meningkatkan profesionalismenya. Sorang guru bisa dikatakan profesional apabila:

  • Memiliki penguasaan 4 kompetensi (pribadi, sosial, pedagogik, dan profesional) secara utuh.
  • Mampu melaksanakan tugas-tugas pokok dan tugas tambahan yang relevan dengan fungsi sekolah atau madrasah.
  • Mampu melaksanakan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB).

 

Diklat Fungsional dan Diklat Teknis

Pengembangan diri bisa dilakukan melalui dua cara yaitu melalui diklat fungsional dan kegiatan kolektif. Diklat fungsional berupa kegiatan pendidikan atau latihan yang bertujuan untuk mencapai standar kompetensi profesi dalam kurun waktu tertentu bisa dilaksanakan dengan daring penuh, kombinasi maupun tatap muka. Kegiatan kolektif adalah kegiatan bersama dalam forum ilmiah untuk mencapai standar kompetensi atau di atas standar kompetensi profesi yang ditetapkan.

 

Berikut ini sebagai ilustrasi atau contoh mengenai pengembangan diri seorang guru:

  • Diklat fungsional misalnya dilakukan dengan cara mengikuti diklat pengembangan media di Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan.
  • Kegiatan Kolektif misalnya dilakukan dengan cara mengikuti pertemuan Kelompok Kerja Guru (KKG), Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP), kelompok kajian, diskusi terbatas, simposium, bedah buku, video conference, dan sebagainya.

 

Penting diperhatikan ketika mengikuti diklat fungsional dan diklat teknis, yaitu Anda harus memastikan kesesuaian materi dengan tugas pokok guru, lama diklat, dan kredibilitas penyelenggara diklat. Setelah mengikuti diklat Anda perlu menyusun laporan diklat yang akan dinilai sesuai kriteria.

 

Beberapa pernyataan berikut dapat dipergunakan untuk menentukan kelayakan diklat beserta laporannya.

  • Pastikan data, nama, tulisan, dan tanggal laporan konsisten.
  • Pastikan materi diklat sesuai tugas pokok Anda.
  • Pastikan tidak ada perbedaan jumlah jam dengan waktu pelaksanaan, misalnya pelatihan pola 40 jam dilaksanakan hanya 2 hari.
  • Pastikan isi laporan jelas atau penyajiannya mengikuti sistematika sesuai pedoman.
  • Tidak kedaluwarsa misal diklat diperoleh sebelum SK jabatan terakhir.
  • Laporan bukan sekadar kompilasi kegiatan-kegiatan KKG/MGMP/ KKKS/MKKS.

 

Kegiatan kolektif yang diikuti dan akan dilaporkan supaya dapat diberikan penilaian, maka usahakan memenuhi kriteria berikut;

  • Data, nama, tulisan, tanggal, penulisan konsisten atau tidak mengandung unsur plagiasi.
  • Wajar dari sisi pelaksanaan, frekuensi pelaksanaan dan waktu pelaksanaan.
  • Materi kegiatan kolektif berkaitan erat dengan tugas pokok guru.
  • Isi laporan memenuhi pedoman atau ketentuan.
  • Laporan ada pengesahan kepala sekolah atau yang berwenang.
  • Kegiatan kolektif yang dilaporkan belum kedaluwarsa.

 

Penelitian Tindakan Kelas

Melaksanakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) juga merupakan upaya untuk pengembangan diri karena PTK bertujuan meningkatkan mutu pembelajaan sekaligus meningkatkan profesionalisme guru. PTK merupakan kajian sosial secara sistematis oleh para pelaksana program dengan mengumpulkan data pelaksanaan kegiatan (keberhasilan dan hambatan), menyusun rencana tindakan guna meningkatkan kualitas tindakan sebagai proses menciptakan hubungan antara evaluasi dan peningkatan profesionalisme.

 

PTK merupakan hasil refleksi terhadap program pembelajaran yang telah dilakukan antara lain:

  • Memperbaiki mutu praktek pembelajaran di kelas (masalah yang dirasakan).
  • Melakukan tindakan yang diyakini lebih baik.
  • Memecahkan masalah nyata di kelas, memperbaiki mutu pembelajaran, mencari jawaban ilmiah mengapa dipecahkan dengan tindakan yang dipilih.

 

PTK memiliki ciri kolaboratif partisipatif, anda sebagai guru bisa berkolaborasi dengan peneliti atau rekan sejawat. PTK lebih baik fokus kepada pemecahan masalah spesifik dan kontekstual. Melaksanakan PTK memerlukan pertanyaan-pertanyaan reflektif seperti;

  • Apa yang terjadi dengan pembelajaran saya?
  • Mengapa masalah tersebut terjadi?
  • Bagaimana cara memperbaikinya?
  • Bagaimana cara melaksanakan atau masalah tersebtu dipecahkan?
  • Bagaimana untuk melihat hasilnya?
  • Apakah cara tersebut efektif?

 

PUBLIKASI ILMIAH

Publikasi ilmiah dikatagorikan menjadi 3 kelompok kegiatan yaitu presentasi pada forum ilmiah; publikasi hasil penelitian atau gagasan inovatif pada bidang pendidikan formal; dan publikasi buku teks pelajaran, buku pengayaan, pedoman guru dan buku bidang pendidikan.

 

Publikasi Ilmiah

Anda bisa mengikuti pertemuan ilmiah baik sebagai peserta atau pemrasaran atau pembahas. Forum ilmiah bisa berupa seminar, sarasehan, simposium, workshop, lokakarya, konferensi, maupun diskusi. Pemrasaran biasanya menyusun prasaran ilmiah dalam bentuk makalah.

 

Publikasi Hasil Penelitian atau Gagasan Inovatif

Publikasi hasil penelitian atau gagasan inovatif dapat berupa karya berikut ini:

  • Laporan hasil penelitian yang dilakukan di sekolah sesuai tupoksi, misalnya laporan penelitian tindakan kelas.
  • Tinjauan ilmiah merupakan publikasi ilmiah yang berisi ide atau gagasan pemecahan masalah pendidikan.
  • Tulisan ilmiah populer yang dipublikasi di media massa (koran, media online dengan website resmi dan bukan web blog).
  • Artikel ilmiah adalah tulisan yang berisi gagasan atau tinjauan ilmiah dalam bidang pendidikan di satuan pendidikan yang dimuat di jurnal.

 

Penting bagi Anda untuk mengenal jurnal ber-ISSN. ISSN adalah kepanjangan dari International Standard Serial Number atau Standar Internasional Nomor Majalah. ISSN memiliki 8 angka pengenal seperti ISBN untuk buku. ISSN diperuntukkan bagi terbitan berkala seperti jurnal, prosiding, bulletin, majalah dan surat kabar. ISSN sebagai indikator bahwa suatu jurnal atau terbitan berkala tersebut kredibel.

 

Beberapa situs yang dapat digunakan untuk mencari jurnal ber-ISSN secara Daring sebagai berikut:

  • Memanfaatkan Perpustakaan Nasional secara Daring dengan masuk ke http://e-resources.perpusnas.go.id.
  • Memanfaatkan portal Garuda Publikasi Indonesia (IPI) dengan alamat website http://id.portalgaruda.org/ .
  • Cara mencari jurnal internasional ber-ISSN menggunakan DOAJ kepanjangan dari directory of open acces journals di alamat website http://doaj.org/directory.
  • Bagi dunia pendidikan bisa mencari jurnal ber-ISSN dari organization of scientific research (IOSR) melalui alamat website http://iosjournals.or.

 

Karya Ilmiah Berbentuk Buku

Hakikatnya untuk menyusunan karya ilmiah pada hal ini bisa dibagi menjadi beberapa bentuk, antara lain:

  • Buku teks pelajaran merupakan buku berisi pengetahuan untuk bidang ilmu atau mata pelajaran tertentu dan diperuntukkan bagi peserta didik.
  • Modul atau diktat pembelajaran adalah materi pelajaran yang disusun dan disajikan secara tertulis sedemikian rupa sehingga pembacanya dapat melakukan aktivitas pembelajaran mandiri.
  • Buku pedoman guru merupakan buku tulisan guru yang berisi rencana kerja tahunan guru.
  • Buku dalam bidang pendidikan yang berisi uraian tentang pendidikan secara umum.

 

KARYA INOVATIF

Karya inovatif bisa merupakan penemuan baru, hasil pengembangan, atau hasil modifikasi sebagai bentuk kontribusi guru terhadap peningkatan kualitas pendidikan. Karya inovatif dikatagorikan menjadi dua sebagai berikut:

 

Menemukan Teknologi Tepat Guna

Karya inovatif teknologi tepat guna ini berupa karya-karya sebagai berikut:

  • Multimedia pembelajaran interaktif
  • Model pembelajaran inovatif
  • Alat atau mesin yang bermanfaat
  • Menemukan bahan baru untuk keperluan bidang pendidikan atau kemasyarakatan
  • Hasil eksperimen atau percobaan sains atau teknologi
  • Instrumen evaluasi ranah sikap

 

Menemukan atau Menciptakan Karya Seni

Karya inovatif ini berupa karya-karya sebagai berikut:

  • Seni sastra misalnya novel, kumpulan cerpen, kumpulan puisi, naskah drama, teater, dan film.
  • Seni kriya misalnya benda suvenir, kriya kulit, kriya logam, kriya keramik, kriya tekstil, kriya kayu, dan kriya tekstil.
  • Seni rupa misalnya lukisan, patung, ukiran, baliho, dan busana.
  • Seni pertunjukan misalnya tari, drama, film, dan karawitan.
  • Seni fotografi dan seni musik misalnya mengarang lagu dan pertunjukan musik.
  • Desain grafis misalnya desain sampul dan desain antarmuka website.

 

Nah, sekarang tiba saatnya memikirkan dan merencanakan program pengembangan diri Anda. Kita perlu mentransformasi diri dan salah satunya berefleksi. Pengembangan diri bukan hanya bermanfaat bagi peserta didik namun juga untuk mewujudkan guru yang professional yang bermartabat dan sejahtera, (*)

No comments:

Post a Comment